Kamis, 06 April 2017

BOOKS CORNER : The 9 Old Men by Andreas Deja



This book features the 9 animators behind Walt Disney studio and all classics' animation, includes their animation sketch, life stories while worked in studio, their characters through the characters, etc.
Anybody who loves Disney or animation should read this.

The nine old mans are:
Les Clark
Wolfgang Rietherman
Ward Kimball
Eric Larson
Milt Kahl
Marc Davis
Frank Thomas
Ollie Johnston
John Lounsbery

All members of the group are now deceased. John Lounsbery was the first to die, in 1976 from heart failure, and the last survivor was Ollie Johnston, who died in 2008 from natural causes. All have been acknowledged as Disney Legends.

Selasa, 07 Maret 2017

BOOKS CORNER : Keys to Drawing by Bert Dodson (North Light Books)




In order to find my own style, I decided to borrow this book... Just like 'restart' my way to learn. Wrote by Bert Dodson, this book shows you how to draw better than we usually do.. Worth to read I guess, even for intermediate illustrator like me.

Kamis, 02 Maret 2017

BOOKS CORNER : Creative Lettering and Beyond by 4 artists






Borrowed this from the library... This book covers tips, tutorials and inspiring lettering works from 4 lettering artists : Gabri Joy Kirkendall , Laura Lavender, Julie Manwaring, and Shauna Lynn Panczyszyn. I really adore lettering and calligraphy, so I really love this book so much.. Not only they give the basic traditional process, they also make lettering match to the digital/mixed medias and crafts, with ink, watercolor, computer, chalk, and more~

Kamis, 09 Februari 2017

Perbedaan Fisik Antara Komik Jepang & Indonesia (Berlaku juga untuk buku lain)

 (gambar di atas adalah gambar buatan sendiri yang hanya berfungsi sebagai hiasan)

HALLO!!

Aku jarang banget pos sesuatu, karena tidak ada sesuatu yang menakjubkan untuk ditulis. Kalaupun ada, selalu aja aku lupa untuk nulis (faktor males dll) dan akhirnya lupa deh yang menakjubkan itu apa.

Nah berhubung hobiku adalah baca komik, jadi aku tulis aja sesuatu yang berhubungan dengan itu di pos kali ini, yaitu perbedaan fisik komik Jepang dan Indonesia. Di rumahku banyak komik Jepang edisi Indonesia. Dulu aku juga demen ngoleksi, dan hasilnya sekarang dah lumayan banyak, 1-2 boks penuh, belum ditambah buku-buku lain. Sekarang, gara-gara harga komik yang udah mahal banget (2x lipat dari zaman dulu), jadi aku udah berhenti ngoleksi, dan lebih beralih ngoleksi komik ori Jepang yang bisa kudapetin dengan harga miring namun kondisi masih prima. Ada feels tertentu kenapa aku lebih suka 'megang' komik Jepang daripada edisi terbitan Indonesia. Selain karena ingin mempelajari bahasanya, faktor lain yang mempengaruhi:





- Cover Buku
Dalam hal ini aku mengambil contoh komik di atas. Hampir semua komik Jepang memiliki 'Jaket Cover' sebagai pelapis/pelindung cover utama, dan biasanya hanya terbuat dari kertas glossy. Pemakaian 'jaket' ini berfungsi untuk melindungi tepi buku. Kita sering lihat komik-komik biasa yang tidak memiliki jaket rata-rata covernya rusak karena terlalu sering dipegang dan dibaca, belum lagi terkena benturan benda lain. Selain itu, 'jaket' ini juga dapat memuat informasi tambahan di flip back nya, seperti salam dari komikus/pengarang, dan juga iklan. Selain itu, secara tidak langsung disadari, kita dapat memakai flip back nya sebagai pembatas buku darurat. Karena hal ini, kebanyakan orang Jepang tidak perlu repot-repot menyampul bukunya dengan plastik.

Di beberapa komik dengan judul tertentu, cover komik bagian dalam juga dapat memuat komik tambahan, berupa mini/short panel. Contoh: Pandora Hearts. (Komik 'Ppoi!' di atas tidak ada)

Bahkan beberapa komik tertentu dapat memiliki 2 lapis 'Jaket cover'. Contoh yang kupunya yaitu Pandora Hearts (dapat dilihat di pos sebelumnya)

-Kertas Buku
Komik Tankoubon di Jepang memakai kertas tebal khusus komik (perlakuan berbeda untuk majalah komik mingguan/bulanan dan buku lain). Kertas tersebut sangat awet dan tahan lama. Karena kertasnya tebal, menyebabkan satu volume komik bisa jadi sangat tebal dan punya bobot tertentu. Wanginya juga enak~ //kode keras buat booklovers yang senang dengan wangi kertas buku.

gambar diatas: Komik 'Ppoi!' vol 7

-Tinta 
Tinta cetakan komiknya bagus dan tidak kotor di tangan, setidaknya itu yang kurasakan sampai sekarang selama membaca beberapa komik. Dan lagi, tahan lama (Aku punya komik terbitan tahun 70an. Kertasnya sudah agak menguning namun masih bagus, ga retak, dan seluruhnya masih bisa terbaca)

-Binding / Penjilidan
Bagus dan kuat, sejauh ini aku belum liat komik yang kertasnya lepas. (Selama  ini baca yang buku seken). Kecuali mungkin kalau kita rusak paksa.

-Ban Buku
Kertas yang seperti 'ikat pinggang' (?) //gatau nama sebenarnya. Sebut aja ban buku. Biasanya berupa kertas dari art paper yang ada di bagian bawah buku, memuat informasi tambahan. Contohnya, light novel Oregairu vol 3 di bawah ini.


Ban bukunya dapat dilepas.

-Halaman Berwarna
Terutama Light Novel, kebanyakan memiliki halaman berwarna sebagai pembuka, berjumlah 1-3 lembar, dengan kertas art paper.

-Harga Buku
Daaan, tentunya ada harga yang harus dibayar untuk suatu produk yang didapat. Harga komik asli Jepang lebih mahal dibandingkan komik yang sudah diterbitkan di Indonesia. Selain karena kualitasnya beda, mungkin juga karena perbedaan kurs (yang ini aku jujur kurang ngerti tapi ya begitulah). Harga 1 komik bisa 300-400an JPY (silahkan hitung ke IDR berdasarkan kurs yang ada) 2x lipat lebih mahal dibandingkan edisi Indonesia. Belum lagi ditambah ongkir dan pajak (apabila beli online langsung dari sana), harga bisa 8-10x lipat. Bisa kita lihat di toko buku Kin*kuniya/toko online yang menawarkan jasa membeli buku dari luar, harga komik bisa mencapai IDR80-ank lebih... (Harga komik berbeda dengan novel. Seperti contoh Oregairu di atas, harganya 600 JPY+ pajak 8%. Kalau dijual di Indo bisa di atas 100k.).



Sampai sini dulu, karena bingung mau tambahin apa lagi. Yang kebetulan baca pos ga jelas ini bisa tolong bantu menambahkan kalo lebih ngerti / kalo ada pertanyaan juga boleh.
Pos ini bukan bertujuan untuk membanding-bandingkan lebih baik mana, antara komik terbitan Jepang atau Indonesia, namun hanya sekadar memberi informasi bagi yang belum mengetahui, bisa dibilang sekedar sharing. //Lebih tepatnya lagi gada kerjaan jadi bikin postingan ginian.


Sekian. Terima kasih sudah mampir ya. See you!

Sabtu, 14 Mei 2016

Trip to MANKITSU @Papaya Fresh Gallery, Blok M Jakarta 2016

Akhirnya setelah penantian beberapa bulan, kesampaian juga dateng ke toko buku bekas khusus buku bahasa Jepang yang terletak di dalam supermarket PAPAYA di dekat Blok M Square, bernama Mankitsu.

Singkat cerita, aku berkunjung ke Mankitsu bersamaan mengunjungi festival Ennichisai yang diselenggarakan di daerah Blok M. Setelah menginjakkan kaki disana, aku langsung terbang ke Papaya dan naik ke lantai 2 tempat Mankitsu berada.

Sayangnya aku enggak sempat mengambil foto tampak depan toko Mankitsu (foto-foto bisa lihat di blog lain yang membahas tentang Mankitsu). Singkatnya, toko tersebut tidak terlalu luas. Meskipun begitu, mungkin disana terdapat buku yang kalian cari .

Sama seperti saat datang ke Big Bad Wolf, aku datang ke Mankitsu tanpa list buku yang dicari. Meskipun begitu, di kepala sudah terbayang buku-buku seperti apa yang ingin dicari. Dan agak melenceng dari kepala dan benar-benar tidak diduga, aku menemukan komik Pandora Hearts vol 9 dan 16 (Aku nyari yang vol 22 tapi setelah pencarian lebih jauh sepertinya belum ada) dan Light Novel Yahari Ore no Seishun Love Come wa Machigatteiru (oregairu) vol 3. Ketiga buku ini benar-benar ditemukan secara tidak terduga. Tanpa pikir panjang langsung nyomot buku ini :v

Karena akhir-akhir ini aku sedang menggandrungi One Piece, jadi di Mankitsu aku memutuskan untuk turut membeli komiknya, tanpa berambisi untuk memiliki volume tertentu. Di Mankitsu ada banyak komik Jepang yang dijual berseri lengkap, termasuk Naruto, Bleach dll yang bisa dibeli 1 set. Namun sepertinya untuk komik One Piece belum tersedia lengkap, dan masih bisa dibeli satuan. Aku lihat ada 3 jilid untuk volume 68, yang anehnya dengan harga yang berbeda-beda. Jadilah kuambil komik dengan harga termurah yaitu 15k.

Buku terakhir yang jadi pilihan terakhir untuk kubeli sebelum kalap yaitu Akane-chan to Okyaku-san no Papa. Sekilas aku langsung tahu kalau itu novel untuk anak-anak, karena isinya yang tidak terlalu padat dengan tulisan dan masih terdapat banyak furigana, serta beberapa sisipan gambar. Dengan alasan penghematan, aku sempet bingung dan dilema memilih antara Oregairu atau Akane-chan, secara aku 'kan masih belum bisa baca novel Jepang, dan membeli dengan alasan ingin belajar. Namun karena kekalapan akhirnya  aku beli 2-2nya (takut nyesel kalo ga dibeli. sok-sokan bisa baca novel Jepang).

Setelah memilih, aku berhenti untuk lihat-lihat buku lain (takut kalap lebih jauh) dan jadilah 5 buku komik dan novel yang gue jarah dari Mankitsu dengan hanya membayar Rp80k saja untuk semuanya. Semua buku disana memiliki variasi harga yang anehnya bisa berbeda satu dengan lainnya meskipun judulnya sama. Paling murah kudapat yang 10k (Akane-chan dan Pandora Hearts vol 9), 15k (One Piece), 20k (oregairu) dan 25k (Pandora Hearts vol 16). Setelah ini aku harus menebus dosa atas kekalapanku dengan membaca semua buku yang sudah dibeli (padahal buku yang dibeli di Big Bad Wolf aja belum selesai dibacaa).

Aku belum selesai menjelajahi seisi toko secara tuntas. Yang pasti mungkin banyak buku bagus lain yang belum kulihat di sana. Toko ini pas banget dikunjungi oleh kalian yang tertarik belajar lebih jauh tentang bahasa Jepang (atau bahkan yang udah jago yang ingin sekedar mencari bacaan). Orang Jepang bahkan juga kesini pas aku sedang lihat-lihat. Buku-buku Mankitsu meskipun bekas namun masih dalam keadaan bagus, seperti masih buku baru, dan tentunya dengan harga yang murah luar biasa dibandingkan harga toko buku lain. Selain di Papaya, Mankitsu juga terdapat di gedung Kamome di Blok M di mana selain menjual, mereka juga menyewakan buku. Kalau ada kesempatan mungkin aku juga bakal berkunjung kesana.

EDIT: Ternyata Mankitsu di Papaya pindah ke supermarket Kamome beberapa minggu setelah aku ke sana. Lokasinya agak lebih jauh dari Blok M Square (tapi masih bisa ke sana dengan jalan kaki). Dan di sana sebagian besar buku hanya untuk disewa. Untung udah ke mankitsu Papaya sebelum mereka pindah. Di Kamome konon sistemnya kayak Manga Cafe, bisa sewa tempat/spot/kursi untuk membaca buku. Karena aku belum kesana jadi gue belum bisa pastiin detailnya. Kemungkinan di acara Ennichisai selanjutnya aku bakal berkunjung ke Mankitsu Kamome sekalian nyari beberapa buku.

UPDATE 2018 : UDAH KE KAMOMEE, YAY!! Langsung klik artikel Mankitsu Kamome Blok M yaa. Sayangnya saat update ini dibuat, Mankitsu kemungkinan sudah tutup juga di Kamome. :( 







Sabtu, 07 Mei 2016

Trip to International Book Fair : BIG BAD WOLF @ICE BSD Tangerang

Berbekal info dari dosen tentang bazaar buku Big Bad Wolf, hari Rabu tanggal 4 Mei kemarin aku memutuskan untuk berkunjung kesana sepulang kuliah bareng bokap.

Big Bad Wolf (BBW) adalah bazar buku internasional yang asal mulanya berasal dari Malaysia. Aku tahu BBW ini dari dosen yang dulunya pernah kuliah di Malaysia dan senang banget ke bazaar buku ini. Event ini sangat populer di Malaysia dan diadakan untuk meningkatkan minat baca warganya.
Nah, lagi-lagi setelah tahu dari sharingnya dosen, bazar buku ini hadir di Indonesia, tepatnya di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Jawa Barat.

Aku dateng ke ICE sekitar jam 10an. Bazar baru buka pukul 11 siang. Meskipun datang sebelum jam buka, sudah banyak pengunjung dan pembeli yang datang menunggu di lobby. Saat sudah boleh masuk pun sampai berdesak-desakan. Datang di hari kerja saja sudah ramai, gimana dateng pas hari libur atau weekend ya? Katanya di hari libur saking ramainya sampai ada antrian panjang di lobby dan diberlakukan sistem buka tutup. Karena itu aku ogah dateng pas hari libur.

Foto-foto diatas, tidak menggambarkan secara detil bagaimana luasnya gedung itu, karena aku hanya ambil dari 1 arah, bukan dari atas. Aku kehabisan kata-kata saking luasnya, dan tempat itu bisa menampung ribuan buku di dalamnya (atau bahkan nyampe sejuta buku?? aku ga bakal sempet ngitung).

Karena aku dateng tanpa rencana dan list buku apa yang pengen dibeli (plus dana yang terbatas), akhirnya setelah masuk aku pun mencoba lihat-lihat dulu buku-bukunya dimulai dari yang dijejerkan di paling pinggir kiri. Di dalam sana, 95% buku adalah buku berbahasa inggris, alias buku impor. Sisanya hanya buku berbahasa indonesia hanya berasal dari penerbit Mizan saja. Gak tanggung-tanggung, semua buku disini diskon 60%-80%, lebih murah dari harga buku baru di toko buku biasa, dengan range harga 5000-25000 (buku lokal) dan 30.000-<500.000  untuk buku-buku impor..

Pembagian jenis buku dimulai dari General, Fiction, Humour, Children (section ini paling banyak dan paling laku diborong pembeli), Art/Design (seharusnya aku beli banyak buku di section ini karena berhubungan dengan jurusan kuliah, tapi enggak terlaksana karena buku lain lebih bikin ngiler), Economic, Politic, Graphic Novel, dan lain-lain. Satu kata : BANYAK. Meskipun judul/pengarang yang kalian cari belum tentu ada, tapi dijamin bakal bingung milih buku disini kalau datang tanpa list.

Kembali ke saat aku memilih buku. Saat melihat-lihat, akhirnya aku sampai di section buku Fiction Literature, dan disana berjejer buku-buku sastra klasik. Aku yang demen novel klasik, lumayan lama keliling di section itu. Ada Emma dan Pride and Prejudice-nya Jane Austen, Alice in Wonderland, Jane Eyre, George Elliot, dan masih bejibun lagi jumlahnya.

Karena dateng tanpa rencana, aku bersikeras sama diri sendiri untuk membeli buku yang menarik namun paling murah dan paling tebel (sok bisa baca buku inggris tebel dan gamau rugi :v) dan ketemulah satu novel klasik dengan harga 30k, The Moonstone karya Wilkie Collins. Novel ini paling murah dan tebal dibandingkan semua novel klasik yang rata-rata harganya 45k-60k. Sampai di rumah aku nyari-nyari info tentang buku ini, ternyata The Moonstone adalah pencetus pertama genre novel detektif klasik di abad 19, yang artinya sudah ada sebelum Sherlock Holmes (istilahnya Bapak dari semua novel-novel detektif). Versi bahasa indonesianya sudah pernah diterbitkan oleh penerbit Bukune. Btw, novel ini tebalnya lebih dari 600 halaman. Lumayan jadi stok bacaan untuk beberapa minggu (bahkan bulan) ke depan.

Buku kedua yang kubeli yaitu Mockingjay dengan harga 60k. Buku ini kebetulan kulihat di salah satu section setelah sebelumnya memilih buku tentang Art dengan harga yang sama. Setelah pergulatan batin, akhirnya aku mengorbankan buku Art dan memilih novel Mockingjay ini, karena sudah lumayan lama aku mau buku ketiga dari trilogi Hunger Games ini, berhubung aku sudah nonton film pertamanya dan punya buku keduanya versi bahasa Indonesia, tapi belum pernah sempat beli buku ketiga. (Buku ketiga yang kubeli ini terbitan dari UK dengan desain cover yang berbeda dari edisi Amerika.)

Aku cuma beli 2 novel dengan total 90k (Padahal awalnya aku enggak ada niatan beli novel semua). Setelah itu aku memutuskan berhenti memilih buku lain karena keterbatasan budget. Selama ini aku nabung untuk keperluan tugas kuliah yang lumayan nguras dompet. Mengingat hal itu, aku jadi membatasi diri untuk memilih dan membeli buku, biar masih ada sisa uang buat tugas kuliah dan hal lainnya.


Big Bad Wolf akan berakhir pada tanggal 8 Mei, dan meskipun mengelilingi seluruh section buku bikin pegal kaki dan pikiran (gak cukup 3 jam keliling disitu. Beneran.), tapi lumayan memuaskan dan tidak akan membuat kita menyesal menguras dompet demi buku. Semoga saja Big Bad Wolf bisa diadakan rutin tiap tahun dengan variasi buku yang lebih banyak lagi (Aku berharap mereka juga jual buku berbahasa asing lainnya, seperti bahasa Jepang, Korea, dll), karena event ini bener-bener surga yang wajib dikunjungi bagi para pecinta buku.